Hubungan Pola Makan dan Kelelahan Kerja dengan Status Gizi pada Petani di Desa Jayamulya Kabupaten Indramayu
DOI:
https://doi.org/10.46772/jigk.v7i02.1799Keywords:
pola makan, kelelahan kerpola makanja, status gizi, petani padiAbstract
Petani padi merupakan pekerja dengan aktivitas fisik tinggi namun rentan mengalami ketidakseimbangan asupan gizi akibat pola konsumsi yang kurang beragam. Tingginya beban kerja tanpa pemulihan yang memadai kerap memicu kelelahan kronis yang berdampak pada penurunan status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola makan dan kelelahan kerja terhadap status gizi pada petani padi di Desa Jayamulya, Kabupaten Indramayu. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 90 petani dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), skala kelelahan kerja Subjective Self Rating Test (SSRT), dan pengukuran antropometri menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis penelitian ini meliputi analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan Uji Korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani memiliki status gizi kurang (66,7%), jenis makan tidak beragam (84,4%), jumlah makan kurang (37,8%), frekuensi makan jarang (52,2%), dan kelelahan kerja tinggi (21,1%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan status gizi (p=0,000), di mana petani dengan pola konsumsi rendah protein dan sayur cenderung mengalami gizi kurang. Terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi makan dengan status gizi (p=0,041), dimana petani yang memiliki frekuensi makan mengalami gizi kurang. Selain itu, kelelahan kerja juga berhubungan signifikan dengan status gizi (p=0,001). Pola makan tidak seimbang dan tingkat kelelahan tinggi berkontribusi pada status gizi yang belum optimal pada petani padi di Desa Jayamulya. Diperlukan edukasi tentang pola makan dan manajemen kelelahan kerja guna meningkatkan kesehatan dan produktivitas.
References
1. Antika, R., & Prameswari, G. N. (2023). Hubungan Masa Kerja, Usia, Status Gizi, Kecukupan Energi, Kebiasaan Merokok dengan Kelelahan Kerja pada Petani Padi. Indonesian Journal of Public Health and Nutrition, 3(1), 127–136. https://doi.org/10.15294/ijphn.v3i1.53917
2. Fauzi, I., 1*, L., Ilmu, J., Masyarakat, K., Keolahragaan, I., & Artikel, I. (2020). Penyelenggaraan Makan Siang, Kebugaran Jasmani dan Status Gizi dengan Kelelahan Kerja. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 4(Special 1), 328–338. https://doi.org/10.15294/HIGEIA.V4ISPECIAL
3. Kita, D. K. D., Suandi, S., & Damayanti, Y. (2020). Keterkaitan Pendapatan Usahatani Padi Sawah Terhadap Status Gizi Rumah Tangga Petani Padi Di Desa Rawan Pangan Kecamatan Muara Sabak Timur Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis, 23(02), 26–33. https://doi.org/10.22437/JISEB.V23I02.11904
4. Leviana, S., & Agustina, Y. (2024). Analisis Pola Makan dengan Status Gizi Pada Siswa-Siswi Kelas V di SDN Jatiwaringin XII Kota Bekasi. Malahayati Nursing Journal, 6(4), 1635–1656. https://doi.org/10.33024/mnj.v6i4.10864
5. P2PTM Kemenkes. (2019). Klasifikasi Obesitas setelah Pengukuran IMT. Kementrian Kesehatan.
6. Purwaningtyas, D. R. (2019). Perilaku Gizi, Status Gizi, dan Morbiditas Penyakit Infeksi pada Petani dan Buruh Tani Perempuan di Pemalang. ARKESMAS (Arsip Kesehatan Masyarakat), 3(2), 105–111. https://doi.org/10.22236/ARKESMAS.V3I2.3051
7. Riskesdas. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018.
8. Rostia Rini, A., Syainah, E., Yanti, R., Gizi, J., & Kemenkes Banjarmasin, P. (2023). Hubungan Tingkat Pengetahuan Gizi, Aktivitas Fisik, Dan Pola Konsumsi Pangan Dengan Status Gizi Pada Pekerja (Studi Di Pabrik Tahu Sumber Makmur Banjarbaru). Sains Medisina, 1(5).
9. Sahri, J. R., Hidayah, N., Fadhillah, N., Faudi, A., & Abidin, I. (2022). Tanaman Pangan Sebagai Sumber Pendapatan Petani Di Kabupaten Karo. Jurnal Inovasi Penelitian.
10. Saptana, & Efendi, E. (2020). Struktur Agraria Dan Akses Petani Terhadap Sumber Daya Produksi. Jurnal Agro Ekonomi.
11. Umamah, B. (2019). Hubungan Beban Kerja Dengan Kelelahan Pada Petani Padi Di Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso. Https://Repository.Unej.Ac.Id/Handle/123456789/97636
12. Tobelo, C. D., Malonda, N. S. H., Amisi, M. D., Kesehatan, F., Universitas, M., Ratulangi, S., & Abstrak, M. (2021). Gambaran Pola Makan Pada Mahasiswa Semester Vi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Selama Masa Pandemi Covid-19. In Jurnal Kesmas (Vol. 10, Issue 2).
13. Wibowo, A. S. (2021). Agricultural Indicators 2020. Statistics Indonesia, October, 152 P. Https://Www.Bps.Go.Id/Id/Publication/2024/10/14/8a17b449f72bcd692f99c4ec/Indikator-Pertanian-2023.Html
14. Widya Putri, D., Dwi Sayekti, W., Rangga Jurusan Agribisnis, K. K., Pertanian, F., Lampung, U., Soemantri Brodjonegoro No, J., & Lampung, B. (2020). Pengambilan Keputusan Dalam Pemilihan Sayuran Dan Pola Konsumsi Sayuran Rumah Tangga Petani Sayuran Di Desa Gisting Atas Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus. Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis, 7(3), 420–427. Https://Doi.Org/10.23960/Jiia.V7i3.3782
