Hubungan Asupan Zat Gizi Makro, Zat Gizi Mikro, Dan Lila Ibu Hamil Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 6-59 Bulan Di Puskesmas Babakan Tarogong
DOI:
https://doi.org/10.46772/jigk.v7i02.1803Keywords:
Stunting, Zat Gizi Makro, Zat Gizi Mikro, LILA Ibu Hamil, BalitaAbstract
Stunting adalah kondisi terhambatnya pertumbuhan anak akibat kurang gizi kronis dan infeksi berulang. Masalah gizi ini masih tinggi di Indonesia, termasuk Jawa Barat dan Kota Bandung, salah satunya dipengaruhi oleh asupan gizi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara asupan zat gizi makro (karbohidrat, protein, lemak), zat gizi mikro (kalsium, vitamin D), serta riwayat Lingkar Lengan Atas (LILA) ibu hamil dengan kejadian Stunting pada balita usia 6-59 bulan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif observasional dengan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 93 balita usia 6-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Babakan Tarogong. Data asupan gizi makro dan mikro diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ FFQ), sedangkan riwayat Lingkar Lengan Atas (LILA) ibu hamil dicatat dari Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Data dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas balita sampel berusia 6-36 bulan (69,9%) dan berjenis kelamin laki-laki (58,1%). Hasil uji statistik menggunakan chi square diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara asupan karbohidrat dengan kejadian Stunting dengan nilai (p = 0,000), asupan protein dengan kejadian Stunting dengan nilai (p = 0,000), asupan lemak dengan kejadian Stunting dengan nilai (p = 0,000), asupan kalsium dengan kejadian Stunting dengan nilai (p = 0,002), asupan vitamin D dengan kejadian Stunting dengan nilai (p = 0,004), dan riwayat LILA ibu saat hamil dengan kejadian Stunting dengan nilai (p = 0,015). Puskesmas perlu mengintensifkan edukasi gizi dan pemantauan pertumbuhan melalui konseling posyandu, penelitian selanjutnya disarankan memperluas variabel dengan memasukkan faktor infeksi, lingkungan, dan pola asuh untuk pencegahan Stunting yang lebih komprehensif.
References
[1] Rifni, “Hubungan Sosial Ekonomi Keluarga Dan Asupan Zat Gizi Makro Balita 24-59 bulan Dengan Kejadian Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Sesenapadang,” 2024.
[2] A. I. Natara, T. Siswati, and A. Sitasari, “Asupan Zat Gizi Makro Dan Mikro Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 12-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Radamata,” J. Nutr. Coll., vol. 12, no. 3, pp. 192–197, 2023, doi: 10.14710/jnc.v12i3.34499.
[3] E. Marsellinda and S. Ferilda, “Hubungan Asupan Kalsium Dan Vitamin D Pada Anak Stunting Dan Tidak Stunting Usia 12-59 Bulan Di Kabupaten Sijunjung,” MEDFARM J. Farm. dan Kesehat., vol. 12, no. 2, pp. 202–208, 2023, doi: https://doi.org/10.48191/medfarm.v12i2.240.
[4] A. Andriansyah, S. Rate, and K. Yusuf, “Hubungan Protein Kalsium Zink Dan Vitamin D Dengan Kejadian Stunting,” vol. 17, 2022.
[5] R. Dewi, N. Evrianasari, and I. A. Yuviska, “Kadar Hb, lila Dan Berat Badan Ibu Saat Hamil Berisiko Terhadap Kejadian Stunting Pada Anak Usia 1-3 Tahun,” J. Kebidanan Malahayati, vol. 6, no. 1, pp. 57–64, 2020, doi: 10.33024/jkm.v6i1.1769.
[6] M. Sambo, Y. G. Madu, F. Kamumu, and I. W. Rakay, “Picky Eating: Faktor Risiko Stunting pada Anak Prasekolah,” Bali Med. J., vol. 11, no. 2, pp. 130–140, 2024, doi: https://doi.org/10.36376/bmj.v11i2.457.
[7] D. Aprilia, “Perbedaan Risiko Kejadian Stunting Berdasarkan Umur Dan Jenis Kelamin,” J. Kebidanan, vol. 11, no. 2, pp. 25–31, 2022, doi: https://doi.org/10.47560/keb.v11i2.393.
[8] E. Setiawati, Yusriani, and Suamiaty, “Hubungan Pendidikan Ibu Balita dengan Kejadian Stunting di Puskesmas Marusu Kabupaten Maros,” J. Aafiyah Heal. Res., vol. 6, no. 1, pp. 27–33, 2025, doi: https://doi.org/10.52103/jahr.v6i1.1905.
[9] N. K. Y. L. Anzi, I. K. Kencana, and I. W. Ambartana, “Hubungan Asupan Protein Karbohidrat dan Zat Besi Dengan Stunting Pada Balita Di Wilayah Puskesmas Gianyar 1,” J. Ilmu Gizi J. Nutr. Sci., vol. 13, no. 2, 2024, doi: https://doi.org/10.33992/jig.v13i2.2877.
[10] S. Sumarti, W. O. Salma, and M. C. Binekada, “Hubungan Asupan Gizi Makro Terhadap Status Gizi Balita Stunting di Wilayah Pesisir Kota Kendari,” J. Gizi Ilm., vol. 11, no. 2, pp. 1–8, 2024, doi: https://doi.org/10.46233/jgi.v11i2.1225.
[11] S. P. Shertukde, D. S. Cahoon, B. Prado, K. C. Cara, and M. Chung, “Calcium Intake and Metabolism in Infants and Young Children: A Systematic Review of Balance Studies for Supporting the Development of Calcium Requirements,” Adv. Nutr., vol. 13, no. 5, pp. 1529–1553, 2022, doi: https://doi.org/10.1093/advances/nmac003.
[12] N. D. Lestari, N. E. Sari, and L. O. Iqmy, “Riwayat Lila Ibu Saat Hamil Dan Asi Eksklusif Dengan Kejadian Stunting,” (September), p. 1, 2021.
[13] R. G. D. Setyorini, Y. N. I. Sary, and T. Hidayati, “Hubungan Kekurangan Energi Kronis Pada Ibu Hamil Dengan Kejadian Stunting Pada Bayi Baru Lahir Di Wilayah Kerja Puskesmas Rambipuji Kabupaten Jember,” SAINTEKES J. Sains, Teknol. Dan Kesehat., vol. 2, no. 4, pp. 470–475, 2023, doi: https://doi.org/10.55681/saintekes.v2i4.160.
[14] R. Junus, G. K. L. Langi, O. L. Paruntu, and I. N. Ranti, “Usia Saat Hamil Dan Lila Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Ratatotok,” 2022.
