Hubungan Pengetahuan Ibu, Pendidikan ibu, dan Pendapatan Keluarga dengan Status Gizi Balita
DOI:
https://doi.org/10.46772/jigk.v7i02.1833Keywords:
pengetahuan ibu , pendidikan ibu, pendapatan keluarga, status gizi balitaAbstract
Status gizi balita menjadi salah satu indikator penting untuk menilai permasalahan gizi anak di Indonesia. Faktor pengetahuan ibu, Pendidikan ibu, serta pendapatan keluarga berperan penting dalam menentukan kecukupan gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu, pendidikan ibu, dan pendapatan keluarga dengan status gizi balta di Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 65 ibu yang memiliki balita usia 6-59 bulan, dipilih menggunakan teknik sampling simple random sampling. Data dikumpukan melalui kuesioner untuk variabel pengetahuan, pendidikan, dan pendapatan keluarga, serta menggunakan data sekunder KMS untuk berat badan dan tinggi badan balita. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan status gizi balita (p = 0,389), namun terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu (p = 0,027) dan pendapatan keluarga (p = 0,009) dengan status gizi balita. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat pendidikan ibu dan pendapatan keluarga memiliki pengaruh signifikan terhadap status gizi balita, sedangkan pengetahuan ibu tidak menunjukkan hubungan yang berarti. Balita dengan ibu berpendidikan tinggi dan pendapatan keluarga tinggi cenderung memiliki status gizi normal. Diperlukan upaya peningkatan edukasi gizi yang disertai dengan pemberdayaan ekonomi keluarga untuk memperbaiki status gizi balita.
References
[1] D. Dayaningsih, E. Suprapti, L. P. Lestari, N. Ariani, and T. Suryani, “Parenting Class:
Optimalisasi Peran Keluarga dalam Pemenuhan Nutrisi pada Anak,” J. Pengabdi. Kpd. Masy.
Sisthana, vol. 1, no. 2, pp. 49–59, 2019.
[2] D. Ertiana and S. B. Zain, “Pendidikan Dan Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Berhubungan Dengan
Status Gizi Balita,” J. Ilk. J. Ilmu Kesehat., vol. 14, no. 1, pp. 96–108, Jun. 2023, doi:
10.35966/ilkes.v14i1.279.
[3] S. Sutrisno and H. Tamim, “Hubungan Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan Ibu Tentang Gizi
dengan Status Gizi pada Balita di Posyandu Abung Timur Wilayah Kerja Puskesmas Bumi
Agung Kabupaten Lampung Utara Tahun 2020,” J. Ilmu Medis Indones., vol. 2, no. 2, pp. 77–
83, Mar. 2023, doi: 10.35912/jimi.v2i2.1513.
[4] P. Ssentongo et al., “Global, regional and national epidemiology and prevalence of child
stunting, wasting and underweight in low- and middle-income countries, 2006–2018,” Sci. Rep.,
vol. 11, no. 1, p. 5204, Mar. 2021, doi: 10.1038/s41598-021-84302-w.
[5] WHO, “Underweight prevalence among children under 5 years of age (% weight-for-age <-2
SD) (%) (survey-based estimates).” Accessed: Nov. 01, 2025. [Online]. Available:
[6] N. F. Nariswari, D. M. Sholikhah, and A. Rahma, “Hubungan Pola Konsumsi dengan Status Gizi
Anak Usia Sekolah Di Sd Muhammadiyah Kecamatan Manyar,” Ghidza Media J., vol. 5, no. 1,
pp. 28–40, 2023.
[7] S. Wahyuningsih, S. Lukman, R. Rahmawati, and R. Pannyiwi, “Pendidikan, Pendapatan dan
Pengasuhan Keluarga dengan Status Gizi Balita,” J. Keperawatan Prof. KEPO, vol. 1, no. 1, pp.
1–11, Nov. 2020, doi: 10.36590/kepo.v1i1.22.
[8] S. Sundari and Y. N. Khayati, “Analisis Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Gizi
dengan Status Gizi Balita,” Indones. J. Midwifery IJM, vol. 3, no. 1, Mar. 2020, doi:
10.35473/ijm.v3i1.343.
[9] F. Jago, “Pengetahuan Ibu, Pola Makan Balita, dan Pendapatan Keluarga dengan Status Gizi
pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Danga Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo,”
Lontar J. Community Health, vol. 1, no. 1, pp. 16–22, Mar. 2019, doi: 10.35508/ljch.v1i1.2153.
[10] I. Pusparina and Suciati, “Hubungan Pendidikan Ibu dan Pola Asuh Pemberian Makan dengan
Status Gizi Balita | Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat.” Accessed: Oct. 17, 2025. [Online].
Available: https://jurnalstikesintanmartapura.com/index.php/jikis/article/view/87
[11] A. P. Sari and D. Haryanti, “Hubungan Pengetahuan, Pendidikan, dan Tingkat Pendapatan
terhadap Status Gizi Pada Balita di Posyandu Desa Sumber Jaya:,” Media Publ. Promosi
Kesehat. Indones. MPPKI, vol. 6, no. 6, pp. 1164–1171, Jun. 2023, doi:
10.56338/mppki.v6i6.3319.
[12] A. A. Mustajab and Indrawati Aristiyani, “Dampak Status Ekonomi pada Status Gizi Balita,” J.
Keperawatan Widya Gantari Indones., vol. 7, no. 2, Jul. 2023, doi: 10.52020/jkwgi.v7i2.5607.
[13] J. Mandiangan, M. D. Amisi, and N. H. Kapantow, “Hubungan antara Status Sosial Ekonomi
dengan Status Gizi Balita Usia 24- 59Bulan di Desa Lesabe dan Lesabe 1 Kecamatan Tabukan
Selatan,” vol. 4, 2023.
[14] N. T. Simorangkir, L. Magdalena, and R. Fahrudin, “Sistem Pendukung Keputusan Tumbuh
Kembang Balita Usia (0-3 Tahun) Menggunakan Metode Z-Score Pada Posyandu Cempaka,”
JATI J. Mhs. Tek. Inform., vol. 8, no. 6, pp. 12088–12094, 2024.
[15] A. D. N. Namangboling M. Gz ,. Dietisien. ,. AIFO, Status Gizi Anak. Deepublish, 2023.
[16] “Peraturan Menteri Kesehatan No 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak.”
[17] S. Setiyaningrum and A. D. Wahyani, “Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Keluarga Sadar
Gizi dengan Status Gizi Anak Balita,” vol. 1, no. 02.
[18] M. Koriance, M. S. I. N. Ringgi, and R. E. Conterius, “Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Status
Gizi Balita di Posyandu Pogonbola Desa Pogon Kecamatan Waigete Kabupaten Sikka,” JKKMJ. Keperawatan Dan Kesehat. Masy., vol. 10, no. 1, 2023, Accessed: Sep. 28, 2025. [Online].
Available: https://jurnal.nusanipa.ac.id/index.php/jkkm/article/view/587
[19] A. I. Fioresta, E. Trisnawati, and Marlenywati, “Perilaku Nenek dalam Praktik Pemberian Makan
74 ◼ ISSN 2716 – 0084 (media online)
Jurnal Ilmiah Gizi Kesehatan Vol. 7, No. 02, Februari 2026 : 65 – 75
pada Balita Stunting di Wilayah Komunitas Dayak Kabupaten Landak:,” Media Publ. Promosi
Kesehat. Indones. MPPKI, vol. 7, no. 1, pp. 194–200, Jan. 2024, doi: 10.56338/mppki.v7i1.4275.
[20] M. R. F. Haq, P. D. Irfanda, F. Ramadhani, W. Nurhasanah, and A. Widiyarta, “Pengaruh
Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) terhadap Status Gizi Balita Desa Sumbersuko
Kabupaten Probolinggo,” J. Pengabdi. Kpd. Masy. Nusant., vol. 4, no. 3, pp. 1964–1970, Aug.
2023, doi: 10.55338/jpkmn.v4i3.1258.
[21] Y. Nurmalasari and T. W. Febriany, “Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dan Pendapatan
Keluarga dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6-59 Bulan,” vol. 6, 2020.
[22] Z. Shaluhiyah, A. Kusumawati, R. Indraswari, B. Widjanarko, and B. T. Husodo, “Pengetahuan,
sikap dan praktik ibu dalam pemberian makanan sehat keluarga di Kota Semarang,” J. Gizi
Indones. Indones. J. Nutr., vol. 8, no. 2, pp. 92–101, 2020.
[23] T. W. Sitanggang and Y. I. Werdana, “Hubungan Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan Ibu
Tentang Kebutuhan Gizi Terhadap Status Gizi Balita,” J. Kesehat. STIKes IMC Bintaro, vol. 4,
no. 1, pp. 41–50, Aug. 2021.
[24] R. A. Rahmadani, R. Wahyuni, D. Arda, A. S. Musrah, and R. Sabriana, “Socioeconomic Factors
with Nutritional Status of Toddlers,” J. Ilm. Kesehat. Sandi Husada, vol. 12, no. 2, pp. 445–451,
Dec. 2023, doi: 10.35816/jiskh.v12i2.1115.
[25] I. Permata Sari Br Sembiring, “Hubungan Antara Pendapatan Keluarga dan Pola Asuh Gizi
dengan Status Gizi Anak Balita di Tk Negeri Pembina Tebing Tinggi,” J. Impresi Indones., vol.
2, no. 11, pp. 1092–1103, Dec. 2023, doi: 10.58344/jii.v2i11.3946.
[26] S. P. Ridwan, Tingkat Pendapatan Dan Kesejahteraan Masyarakat Menjalin Kerukunan Umat
Beragama. CV. Azka Pustaka, 2021.
[27] T. Gantini, H. Hendrawan, and M. R. Barkah, “Hubungan Pendapatan Keluarga dengan Status
Gizi Balita di Desa Bojong Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut,” AGRITEKH J.
Agribisnis Dan Teknol. Pangan, vol. 4, no. 2, pp. 99–107, Feb. 2024, doi:
10.32627/agritekh.v4i2.88
