Hubungan Asupan Energi dengan Status Gizi Remaja Usia Sekolah di SMP MBS Wanasari
DOI:
https://doi.org/10.46772/jigk.v7i02.1853Keywords:
Asupan energi, status gizi, remaja usia sekolahAbstract
Asupan energi merupakan salah satu faktor penting yang berperan dalam menentukan status gizi remaja usia sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan energi dengan status gizi remaja usia sekolah di SMP MBS Wanasari. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IX SMP MBS Wanasari, dengan sampel sebanyak 20 siswa kelas IX D yang diambil menggunakan teknik total sampling. Asupan energi diukur menggunakan metode recall 24 jam, kemudian dibandingkan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) remaja, sedangkan status gizi ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut umur (IMT/U). Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30% siswa dengan asupan energi cukup memiliki status gizi baik, sedangkan siswa dengan asupan energi kurang cenderung memiliki status gizi kurang. Uji analitik menunjukkan adanya hubungan antara asupan energi dengan status gizi remaja di SMP MBS Wanasari. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat keterkaitan antara asupan energi terhadap status gizi siswa di SMP MBS Wanasari. Keterkaitan tersebut bisa digambarkan bahwa antara asupan energi dengan status gizi presentasenya sebesar 30% yang artinya siswa yang mengonsumsi asupan energi yang cukup memiliki peluang berstatus gizi baik dibandingkan dengan siswa yang asupan energinya kurang.
References
[1] D. Ratnasari and L. Purniasih, “Status Gizi dan Pola Konsumsi Makanan Anak Usia Sekolah (7-12 Tahun) di Desa Karangsembung,” J. Ilm. Gizi Kesehat., vol. 1, no. 01, pp. 34–41, 2019.
[2] S. Ahnia, D. Ratnasari, and A. D. Wahyani, “Hubungan Asupan Makan, Aktivitas Fisik, dan Status Gizi dengan Kadar Kolesterol Darah Pra Lansia dan Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Losari,” J. Ilm. Gizi Kesehat., vol. 4, no. 01, pp. 36–44, 2022.
[3] P. I. Permatasari, R. Masrikhiyah, and D. Ratnasari, “Hubungan Tingkat Pengetahuan Gizi terhadap Asupan Gizi, IMT, dan Frekuensi Minuman Isotonik pada Siswa SSB Dewatara,” J. Pendidik. Tambusai, vol. 6, no. 2, pp. 14679–14688, 2022.
[4] R. Masrikhiyah and D. Ratnasari, “Hubungan Tingkat Pengetahuan Anemia dan Kecukupan Asupan Zat Besi (Fe) dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMP N 2 Losari,” J. Ilm. Gizi Kesehat., vol. 7, no. 01, pp. 42–47, 2025.
[5] diah ratnasari, “Pola Konsumsi Pangan dan Status Gizi pada Anak Usia Sekolah di SD N Pulosari 2 Brebes,” 2025, Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK). [Online]. Available: https://jurnal.umus.ac.id/index.php/JIGK/article/view/1722/924
[6] R. N. Rachman, D. Ratnasari, and A. Duvita, “Hubungan Game Online dengan Pola Makan, Aktivitas Fisik dan Status Gizi Remaja,” Pontianak Nutr. J., vol. 8, no. 1, 2025.
[7] “A. Waruis, M. P. (2015). Hubungan Antara Asupan Energi Dengan Status Gizi Pad[1]a Pelajar SMP Negeri 10 Kota Manado. pharmacon, Vol. 4 No. 4, PP. 303-308 .”.
[8] “E. Nurwulan, M. F. (2017). Pengetahuan Gizi Pondok Pesantren Yatim At-Thayyibah Sukabumi. Airgipa, Vol. 2 No. 2.”.
[9] D. Ratnasari and L. Purniasih, “Status Gizi dan Pola Konsumsi Makanan Anak Usia,” J. Ilm. Gizi dan Kesehat., vol. 1, no. 1, pp. 34–41, 2019, [Online]. Available: https://jurnal.umus.ac.id/index.php/
[10] D. Ratnasari, D. Merawati, and O. Andiana, “Gaya Hidup Sehat Remaja Putri di SMAN 2 Batu,” J. Pengabdi. Pendidik. Dan Teknol., vol. 5, pp. 1–16, 2018.
[11] S. Almatsier, Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2009.
[12] “Putri sri rahayu, s. m. (2022). asupan energi, asupan protein, aktifitas fisik dan status gizi pada remaja putri. jurnal kesehatan siliwangi, vol 2 no 3.”.
[13] “Hardinsyah, & Briawan, D. (2016). Masalah gizi pada remaja. Bogor: IPB Press.”.
[14] “Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Petunjuk teknis penyelenggaraan kantin sehat di sekolah. Jakarta: Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.”.
[15] A. F. Yuniyanti, R. Masrikhiyah, and D. Ratnasari, “Hubungan tingkat kecukupan energi, status gizi, aktifitas fisik terhadap siklus menstruasi pada mahasiswi di Universitas Muhadi Setiabudi,” J. Ilm. Gizi Kesehat., vol. 3, no. 02, pp. 76–81, 2022.
[16] “Neumark-Sztainer, D., Story, M., Perry, C., & Casey, M. A. (1999). Factors influencing food choices of adolescents: Findings from focus-group discussions with adolescents. Journal of the American Dietetic Association, 99(8), 929–937.”.
[17] “WHO. (2014). Health for the world’s adolescents: A second chance in the second decade. Geneva: World Health Organization.”.
[18] “Anandya Sefi Millatashofi, A. C. (2023). Hubungan Tingkat Kecukupan Asupan Zat Gizi dan Kebiasaan Jajan Dengan Status Gizi Pada Remaja Santriwati Pondok Pesantren surabaya. Jurnal Kesehatan Tadulako, Vol. 9 No. 2.”.
