PENGARUH PEMBERIAN NUGGET IKAN KUNIRAN (Upeneus sulphureus) TERHADAP PENINGKATAN STATUS GIZI BALITA GIZI KURANG DI KECAMATAN BULAKAMBA KABUPATEN BREBES

Authors

  • Sulasyi Setyaningsih Universitas Muhadi Setiabudi
  • Findhy Dwita Kumala Universitas Muhadi Setiabudi
  • Alik Kandhita Febriani Universitas Muhadi Setiabudi

DOI:

https://doi.org/10.46772/jigk.v7i02.1957

Keywords:

balita , gizi kurang, ikan kuniran, nugget, status gizi

Abstract

Latar Belakang: Gizi kurang pada balita masih menjadi masalah kesehatan

masyarakat di Indonesia. Kabupaten Brebes merupakan salah satu wilayah di Jawa

Tengah yang masih memiliki prevalensi gizi kurang yang cukup tinggi. Pemanfaatan ikan

lokal sebagai bahan pangan bergizi melalui produk olahan seperti nugget dapat menjadi

alternatif Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal.

Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian nugget ikan kuniran terhadap

peningkatan status gizi balita gizi kurang.

Metode: Penelitian menggunakan desain quasi experimental pretest-posttest

control group design. Sampel terdiri dari 60 balita gizi kurang usia 24–59 bulan yang

dibagi menjadi kelompok intervensi (n=30) dan kelompok kontrol (n=30). Kelompok

intervensi memperoleh nugget ikan kuniran selama masa intervensi, sedangkan kelompok

kontrol memperoleh pelayanan rutin puskesmas. Status gizi diukur menggunakan indeks

Berat Badan menurut Umur (BB/U). Analisis perbedaan antar kelompok menggunakan

uji Mann-Whitney, sedangkan perubahan sebelum dan sesudah intervensi dianalisis

menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi 95%.

Hasil: Sebelum intervensi tidak terdapat perbedaan status gizi antara kelompok

intervensi dan kontrol (p=0,471). Setelah intervensi juga tidak ditemukan perbedaan yang

bermakna antara kedua kelompok (p=0,124). Namun demikian, perubahan status gizi

menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,038). Kelompok intervensi mengalami

peningkatan skor Z BB/U sebesar 0,038±0,72, sedangkan kelompok kontrol mengalami

penurunan sebesar -0,31±0,19. Rata-rata berat badan kelompok intervensi meningkat

sebesar 0,70 kg, sedangkan kelompok kontrol mengalami penurunan sebesar 0,01 kg.

Kesimpulan: Pemberian nugget ikan kuniran memberikan pengaruh positif

terhadap peningkatan status gizi balita gizi kurang yang ditunjukkan melalui peningkatan

berat badan dan perubahan skor Z indeks BB/U dibandingkan kelompok kontrol.

References

1. RISKESDAS. Laporan Nasional Riskesdas 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2018.

2. Dinkes Jawa Tengah. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2019. Profil Jateng. 2019;3511351(24).

3. Abdullah FN, Solichin A, Saputra SW. Aspek biologi dan tingkat pemanfaatan ikan kuniran (Upeneus moluccensis) yang didaratkan di tempat pelelangan ikan (TPI) Tawang Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah. Management of Aquatic Resources Journal. 2015;4(2).

4. Setyaningsih S, Ratnasari D. Pembuatan Nugget Ikan Kuniran (Upeneus Sulphureus) Sebagai Diversifikasi Olahan Ikan Lokal Bagi Balita Gizi Kurang. Media Informasi. 2022;17(1). doi:10.37160/bmi.v17i1.600

5. Aryana R, Syamsul M, Masithah St, Nurcahyani ID, Wahyuni F. Pengaruh Pemberian Nugget Ikan Bandeng (Chanos Chanos) terhadap Status Gizi Kurang pada Balita Usia 1-5 Tahun. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis. 2022;17(3).

6. Widodo S, Riyadi H, Tanziha I, Astawan M. Perbaikan Status Gizi Anak Balita Dengan Intervensi Biskuit Berbasis Blondo, Ikan Gabus (Channa Striata), Dan Beras Merah (Oryza nivara). Jurnal Gizi dan Pangan. 2016;10(2)

Downloads

Published

2026-02-26

How to Cite

Setyaningsih, S., Kumala, F. D., & Febriani, A. K. (2026). PENGARUH PEMBERIAN NUGGET IKAN KUNIRAN (Upeneus sulphureus) TERHADAP PENINGKATAN STATUS GIZI BALITA GIZI KURANG DI KECAMATAN BULAKAMBA KABUPATEN BREBES. Jurnal Ilmiah Gizi Kesehatan (JIGK), 7(02), 133–141. https://doi.org/10.46772/jigk.v7i02.1957

Issue

Section

Articles