Keuangan Terdesentralisasi (DeFi) Dan Teknologi Keuangan (FinTech) Syariah Dalam Sistem Keuangan Abad 21

Authors

Keywords:

Decentralized Finance (DeFi), Ekosistem Keuangan, Fintech Syariah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengulas peran dan kedudukan hukum Decentralized Finance (DeFi) dan Sharia Financial Technology (FinTech) dalam sistem keuangan di Abad 21. Tulisan ini selanjutnya disusun dengan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan eksploratif yang diperoleh dari sumber data sekunder yakni hasil-hasil penelitian berbagai jurnal maupun artikel penelitian. Peran DeFi dan Sharia FinTech adalah sebagai layanan/jasa keuangan yang baru dan dapat dimanfaatkan oleh setiap kalangan untuk melakukan berbagai macam kegiatan ekonomi. Dalam peran-peran tersebut, Islam tidak melarang selama itu tetap berjalan dalam koridor yang ditetapkan oleh Islam yang diantaranya harus menghindari unsur maysir, gharar, dan riba. Teknologi keuangan digital seperti DeFi dan FinTech syariah sebagaimana dalam pandangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang layanan pembiayaan berbasis teknologi informasi pada dasarnya diperbolehkan selama konsep akad yang digunakan dalam transaksi keuangan tersebut berdasarkan akad bagi hasil ataupun akad kerjasama sebagaimana dalam fiqih muamalah. DeFi dan FinTech syariah akan terus eksis di Abad 21 seiring berkembang budaya serta gaya hidup masyarakat modern yang tidak ingin bergantung pada lembaga keuangan tradisional. DeFi akan menjadi ekosistem keuangan digital yang terdesentral di masa depan.

Downloads

Published

2023-09-22

How to Cite

KADIR, S. (2023). Keuangan Terdesentralisasi (DeFi) Dan Teknologi Keuangan (FinTech) Syariah Dalam Sistem Keuangan Abad 21. Journal of Accounting and Finance (JACFIN), 5(2), 1–14. Retrieved from https://jurnal.umus.ac.id/index.php/jacfin/article/view/1253

Issue

Section

Articles