Formulasi dan Uji Mutu Sediaan Gel Hand Sanitizer Dari Ekstrak Lidah Buaya (Aloe Vera)
DOI:
https://doi.org/10.46772/jophus.v8i1.1966Keywords:
Aloe vera, aktivitas antibakteri, gel hand sanitizer, mutu fisikAbstract
ABSTRAK
Hand sanitizer merupakan sediaan antiseptik yang praktis digunakan untuk menjaga kebersihan tangan. Penggunaan hand sanitizer berbasis alkohol secara berulang dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan iritasi sehingga diperlukan alternatif berbahan alami. Lidah buaya (Aloe vera) mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antibakteri sekaligus membantu menjaga kelembapan kulit. Penelitian ini bertujuan memformulasikan gel hand sanitizer berbahan dasar daging lidah buaya segar serta mengevaluasi mutu fisik dan aktivitas antibakterinya terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan tiga formula yang mengandung lidah buaya konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Evaluasi mutu fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, dan stabilitas, sedangkan aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula menghasilkan gel berwarna bening, homogen, dan berbau khas lidah buaya serta memenuhi persyaratan mutu fisik. Nilai pH berkisar 5,22-5,46, daya sebar 5-6 cm, dan viskositas 2.490-5.289 cPs, serta stabil selama penyimpanan 30 hari. Formula III menghasilkan zona hambat sebesar 10 mm terhadap Escherichia coli yang termasuk kategori kuat, sedangkan Formula I dan Formula II tidak menunjukkan zona hambat. Seluruh formula tidak menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Berdasarkan hasil penelitian, Formula III merupakan formula terbaik karena memenuhi persyaratan mutu fisik dan menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli.
References
[1] World Health Organization. WHO guidelines on hand hygiene in health care. Geneva: World Health Organization; 2009.
[2] Ahn JH, Eum KH, Kim YK, Oh SW, Kim YJ, Lee M. Assessment of the dermal and ocular irritation potential of alcohol hand sanitizers containing Aloe vera. Molecular and Cellular Toxicology. 2010;6(4):397–404.
[3] Wati ZR, Mujib, Mubarok RR. Production of skin-friendly hand sanitizer based on natural ingredients and alcohol. Journal of Halal and Sustainable Chemistry.; 1(1): 1-6. 2025
[4] Harahap CL, Yanti S. Evaluasi fisik sediaan hand sanitizer dari lidah buaya segar (Aloe vera L.). Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia. 8(1). 2022
[5] Irbah. Uji efektivitas antimikroba menggunakan hand sanitizer berbahan dasar alami Piper betle L. dan Aloe vera. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia. 18(1): 57-64. 2022
[6] Yunanda LD, Masfiyah, Rahayu. Effectiveness comparison of Aloe vera and 70% alcohol hand sanitizers in reducing hand microorganism colonies. Media Farmasi Indonesia.;20(2):153–164. 2025
[7] Prastyoningsih A, Wijayanti W, Sari AP, Parwati L, Aji BB, Nurlita RA. Analisis kualitatif ekstrak daging lidah buaya dengan metode maserasi etanol 96%. Jurnal Kesehatan Kusuma Husada.;15(1):27–34. 2024
[8] Sharma R, Gupta A, Singh S. Formulation and evaluation of herbal hand sanitizer gel containing Aloe vera. Journal of Drug Delivery and Therapeutics.;11(4):85–91. 2021
[9] Patil P, Kulkarni S. Development and evaluation of herbal gel formulations. International Journal of Pharmaceutical Sciences.;12(3):112–118. 2020
[10] Tranggono RI, Latifah F. Buku pegangan ilmu kosmetik. Edisi ke-2. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama; 2007.
[11] Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Farmakope Indonesia. Edisi III. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 1979.
[12] Kumari A, Singh R. Evaluation of physical properties of semisolid pharmaceutical preparations. Journal of Pharmaceutical Research International.;33(15):50–57. 2021
[13] Sinko PJ. Martin's physical pharmacy and pharmaceutical sciences. 6th ed. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins; 2011.
[14] Lachman L, Lieberman HA, Kanig JL. The theory and practice of industrial pharmacy. 3rd ed. New Delhi: CBS Publishers; 2008.
[15] Ningsih DA, Rahmawati N. Evaluasi daya sebar sediaan gel herbal. Jurnal Farmasi Indonesia.;19(2):75–82. 2022
[16] Singh A, Sharma PK. Stability studies of pharmaceutical dosage forms: an overview. Journal of Drug Delivery Science and Technology.;57:101635. 2020
[17] Clinical and Laboratory Standards Institute. Performance standards for antimicrobial susceptibility testing. 30th ed. Wayne: CLSI; 2020.
[18] Khusuma A, Safitri Y, Yuniarni A, Rizki K. Uji teknik difusi menggunakan kertas saring media tampung antibiotik dengan Escherichia coli sebagai bakteri uji. Jurnal Kesehatan Prima.;13(2):151–155. 2019
[19] Salehi B, Albayrak S, Antolak H, et al. Aloe genus plants: from farm to food applications and phytopharmacotherapy. International Journal of Molecular Sciences.;19(9):2843. 2018
[20] Ansel HC. Ansel's pharmaceutical dosage forms and drug delivery systems. 10th ed. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins; 2014.
[21] Kumari A, Singh R. Evaluation of physical properties of semisolid pharmaceutical preparations. Journal of Pharmaceutical Research International.;33(15):50–57. 2021
[22] Setiawan, B., & Rahayu, R. Pengaruh Penambahan Ekstrak Lidah Buaya (Aloe vera L.) Terhadap Sifat Fisik Gelling Agent Carbopol 940. Journal Pharma Saintika. 2021
[23] Elianasari E. Pengaruh kombinasi carbopol dan Na-CMC terhadap sifat fisik gel ekstrak herba pegagan. Jurnal Kesehatan: Jurnal Ilmiah Multi Sciences.;15(1):28–33. 2025
[24] Kapoor D, Sharma R. Pharmaceutical excipients in semisolid dosage forms.
International Journal of Pharmaceutical Sciences Review and Research.;60(1):12–20. 2020
[25] Thomas, N. A., Tungadi, R., Hiola, F., & Latif, M. S. Pengaruh Konsentrasi Carbopol 940 Sebagai Gelling Agent Terhadap Stabilitas Fisik Sediaan Gel Lidah Buaya (Aloe vera). Indonesian Journal of Pharmaceutical Education, 3(2). 2023
[26] Radha MH, Laxmipriya NP. Evaluation of biological properties and medicinal uses of Aloe vera. Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry. 8(1):424–429. 2019
[27] Davis WW, Stout TR. Disc plate method of microbiological antibiotic assay. Applied Microbiology. 22(4):659–665. 1971
[28] Jawetz E, Melnick JL, Adelberg EA. Medical microbiology. 28th ed. New York: McGraw-Hill Education; 2018.
[29] Cheung GYC, Bae JS, Otto M. Pathogenicity and virulence of Staphylococcus aureus. Virulence. 12(1):547–569. 2021
[30] Rather IA, Kim BC, Bajpai VK, Park YH. Self-medication and antimicrobial properties of medicinal plants. Saudi Journal of Biological Sciences. 28(1):347–356. 2021

