PENDAPATAN USAHATANI BAWANG MERAH PADA LAHAN BERKADAR BAHAN ORGANIK RENDAH

Authors

  • Anida Barokah Prodi Agribisnis, Fakultas Sains dan Teknologi UMUS, Brebes
  • Mohamad Amin Prodi Agribisnis, Fakultas Sains dan Teknologi UMUS, Brebes

Keywords:

pupuk kompos kandang sapi,, zeolit,, pendapatan usahatani bawang merah.

Abstract

Kebiasaan petani dalam menyelamatkan dan meningkatkan hasil produksi bawang merah di Kabupaten Brebes tidak lepas dari penggunaan pupuk anorganik dan pestisida sintetik. Penggunaan kedua jenis agroindustri ini berlangsung secara terus menerus dari sejak dikeluarkannya kebijakan revolusi hijau (1974) sampai saat ini atau telah berjalan selama 44 tahun. Penggunaan dosis kedua input tersebut sering melebihi dosis yang dianjurkan, sehingga telah berdampak terhadap kerusakan fisik maupun kimia tanahnya, bahkan matinya mikroorganisme dalam tanah. Tanda-tanda kerusakan tanah dapat diamati di lapangan berupa tanah padat, asam, dan kandungan bahan organik yang rendah. Konidisi ini telah dapat menurunkan produktivitas bawang merah di Kabupaten Brebes.  Perbaikan tanah dapat dilakukan dengan menggunakan pembenah tanah seperti zeolit dan pupuk organik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan usahatani bawang merah pada lahan yang mempunyai kadar bahan organik rendah dengan atau tanpa pemberian kombinasi pupuk kandang sapi dan zeolit. Penelitian ini menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak faktorial dengan 2  faktor yaitu pupuk  kompos kandang sapi dan zeolit.  Level dosis pupuk kompos kandang sapi adalah 0 ton/ha (K0), 5 ton/ha (K1), 10 ton/ha (K2) dan 15 ton/ha (K3), sedangkan level dosis zeolit adalah 0 ton/ha (Z0), 2 ton/ha (Z1), 4 ton/ha (Z2), dan  6 ton/ha (Z3). Pada masing-masing perlakuan diulang 3 (tiga) kali sehingga terdapat 48 petak percobaan, masing-masing petak terdapat 10 sampel dengan ukuran petak 1,5 m x 2 m. Semua bedengan diberi 100 kg KCl /ha dan 300 kg SP36/ha sebagai pupuk dasar. Hasil penelitian menunjukkan pendapatan usahatani bawang merah per hektar tertinggi diperoleh  pada perlakuan kombinasi  10 ton pupuk kandang sapi/ha dan 2 ton zeolit/ha, yaitu Rp. 413.740.000, atau lebih besar dari pada kontrol dengan pendapatan sebesar Rp. 156.765.000 atau naik Rp. 254.725.000,- (162,49 %) dari kontrol.

References

Amin,M. dan Al-Jabri, 2017, Amin M dan M. Al-Jabri. 2017. Pengaruh Pemberian Zeolit dan Pupuk Kandang Sapi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah Di Kabupaten Brebes, Prosiding Implementasi Penelitian Pada Pengabdian Menuju Masyarakat Mandiri Berkemajuan, Semarang 25 Februari 2017. Universitas Muhammadiyah Semarang.

Anonimus, 2011, Permentan No. 70/Permen/SR/10/2011, Tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati, dan Pembenah Tanah, Kementerian Pertanian.

Anonimus, 2011, Standar Operasional Prosedur Budidaya Bawang Merah (Allium Ascalonicum, L.) Kabupaten Brebes Propinsi Jawa Tengah, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Brebes.

BPS, 2015, Brebes dalam Data 2014, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Brebes.

Suhartono dan Dharminto, 2011, Keracunan Pestisida dan Hipotiroidisme pada Wanita Usia Subur di Daerah Pertanian, Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, Vol. 4 dan 5.

Downloads

Published

2021-06-19

How to Cite

Barokah, A. ., & Amin, M. (2021). PENDAPATAN USAHATANI BAWANG MERAH PADA LAHAN BERKADAR BAHAN ORGANIK RENDAH. Journal of Agribusiness and Community Development (AGRIVASI) UMUS, 1(1), 1–10. Retrieved from http://jurnal.umus.ac.id/index.php/AGRIVASI/article/view/435

Issue

Section

Articles