KEUNTUNGAN BAWANG MERAH DI KABUPATEN BREBES DENGAN TIGA POLA JARAK TANAM

Authors

  • Bambang Budi Utomo Program Studi Agribisnis, Fakultas Sains dan Teknologi
  • Umi Khasanah Program Studi Agribisnis, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhadi Setiabudi

Keywords:

keuntungan,, bawang merah,, jarak tanam.

Abstract

Kabupaten Brebes adalah salah satu wilayah yang menghasilkan bawang merah dengan ciri khas, cita rasa, juga aroma yang khas. Bawang merah menjadi primadona petani Kabupaten Brebes. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis keuntungan bawang merah (Allium ascalinicum. L) pada 3 (tiga) pola jarak tanam yang berbeda, dan untuk mengetahui jarak tanam optimal yang dapat menghasilkan keuntungan terbesar. Metode penelitian menggunakan 3 rancangan jarak tanam yang berbeda yaitu 8cm x 8cm (J1), 15cm x 20cm (J2), 25cm x 25cm (J3).  Perlakuan  jarak tanam didasarkan pada perbedaan tingkat efisien biaya dan persaingan dalam mendapatkan unsur hara dan sinar matahari yang bisa  mempengaruhi pertumbuhan bawang merah. Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan keuntungan pada jarak tanam yang berbeda. Keuntungan terbesar didapat pada jarak tanam 8cm x 8cm (J1) yaitu sebesar Rp. 7.960.790, kemudian disusul oleh jarak tanam 15cm x 20cm (J2) dan 25cm x 25cm (J3) dengan keuntungan masing-masing adalah Rp. 3.952.790,- dan Rp. 1.027.740. Dengan demikian jarak tanam yang optimal adalah 8cm x 8cm (J1), karena menghasilkan keuntungan tertinggi.

References

Azmi C, Hidayat IM, Wiguna G, 2011, Pengaruh Varietas dan Ukuran Umbi terhadap Produktivitas Bawang Merah, J Hort, 21 (3): 206-213.

BPS, 2019, Kabupaten Brebes, Brebes.

Basuki RS, 2009, Analisis Kelayakan Teknis dan Ekonomis Teknologi Budidaya Bawang Merah Dengan Benih Biji Botani dan Benih Umbi Tradisional, J Hort,19 (2): 214 – 227.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Brebes, 2020, Laporan Kegiatan Pembangunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Brebes, Brebes.

Ditjen Tanaman Hortikultura, 2008, Standar Operasional Prosedur Budidaya Bawang Merah.

Herlita M, Tety E, Khaswarina S., 2016, Analisis Pendapatan Bawang Merah (allium ascalonicum) di Desa Sei. Geringging, Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar, Jurnal Jom Faperta, Vol.3 No. 1 Febuari 2016.

Irfan F, Yaya H, Toga S., 2016, Respons Pertumbuhan Bawang Merah (Allium ascalinicum. L) terhadap Aplikasi Mulsa dan Perbedaan Jarak Tanam, J Online Agroekoteknologi, Vol. 4, No.3, Juni 2016, (615) :2173 – 2180 E-ISSN No. 2337-6597.

Kusmiadi R, Ona C, Saputra E., 2015, Pengaruh Jarak Tanam dan Waktu Penyiangan terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalinicum) pada Lahan Ultisol di Kabupaten Bangka, Jurnal Pertanian dan Lingkungan. Vol.8 No. 2, hal 63-71 April 2015 ISSN 1978-1644.

Mahmudi S, Rianto H, Historiawati, 2017, Pengaruh mulsa plastik hitam perak dan jarak tanam pada hasil bawang merah (Allium cepa ascalinicum) varietas biru lancor, J Ilmu Pertanian Tropika dan Subtropika, 2 (2) : 60-62 (2017).

Purwanidisuro E., 2017, Analisis Ekonomi Usahatani Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Varietas Bima Brebes Dengan Perlakuan Pupuk Organik dan Mineral Zeolit di Desa Pesantunan Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes, Skripsi, Universitas Muhadi Setiabudi Brebes .

Sumarni. N, Ahmad.H, 2005, Budidaya Bawang Merah, Balitsa, Bandung, Jurnal S. Pertanian, 1 (1) : 39-47 (2017) di akses pada tanggal 3 Desember 2019.

Saidah, Muctar, Syafruddin, Retno pangestuti, 2019, Pengaruh Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah Asal Biji di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Jurnal PROS SEM NAS MASY IODIV INDON, Vol 5, No 2, Juni 2019 ISSN : 2407-8050.

Sumarni N, Rosliani R, Suwandi, 2013, Optimasi Jarak Tanaman dan Dosis Pupuk NPK untuk Produksi Bawang Merah dari Benih Umbi Mini di Dataran Tinggi. J Hort. 22 (2): 148-155.

Simangunsong TR, Ginting J, Mbue Kata Bangun, 2015, Respons Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalinicum. L) terhadap Pemberian Kompos KTTS dan Jarak Tanam di Dataran Rendah, J Agroekoteknologi, Vol.4. No.1, Desember 2015, (573) : 1804-1814 E-ISSN No. 2337-6597.

Wulandari R, Suminarti NE, Sebayang HT, 2017, Pengaruh jarak tanam dan frekuensi penyiangan gulma pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum), J Produksi Tanaman. 4 (7): 547-553.

Wenny D, Meiriani, Sanggam S., 2014, Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalinicum. L) dengan Pembelahan Umbi Bibit pada Beberapa Jarak Tanam. J online agroekoteknologi. Vol.2, No.3 1113-1118, ISSN No. 2337-6597.

Downloads

Published

2021-06-19

How to Cite

Budi Utomo, B. ., & Khasanah, U. . (2021). KEUNTUNGAN BAWANG MERAH DI KABUPATEN BREBES DENGAN TIGA POLA JARAK TANAM. Journal of Agribusiness and Community Development (AGRIVASI) UMUS, 1(1), 45–55. Retrieved from http://jurnal.umus.ac.id/index.php/AGRIVASI/article/view/440

Issue

Section

Articles