Pemantauan Jentik Berkala :Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue di PMA RW 28 Jamblangan, Margomulyo, Seyegan, Sleman

Authors

  • Emma Widianti Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Yogyakarta

Keywords:

Pemantauan jentik berkala, demam berdarah dengue, angka bebas jentik, pengabdian masyarakat, kesehatan lingkungan

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a major public health problem in Indonesia, particularly in residential areas with high population density and suboptimal environmental sanitation. One effective preventive effort is Periodic Larvae Monitoring (PLM) as part of mosquito breeding site control. This community service program aimed to increase community awareness, knowledge, and participation in dengue prevention through the implementation of PLM in PMA RW 28 Jamblangan, Margomulyo, Seyegan, Sleman. The methods included coordination with local stakeholders, door-to-door larvae monitoring, calculation of the Larvae-Free Index (LFI), and health education on the 3M Plus strategy. The program involved larvae monitoring cadres, community leaders, and local residents. The results showed that out of 115 houses inspected, 83 houses (72.17%) were free of mosquito larvae, while 32 houses (27.83%) were positive for larvae. The obtained LFI was still below the national target of ≥95%, indicating a relatively high risk of dengue transmission in the area. Nevertheless, the program contributed to improved community awareness and active participation in environmental cleanliness and dengue prevention efforts. In conclusion, community-based Periodic Larvae Monitoring is an effective initial preventive strategy and should be implemented continuously to increase the Larvae-Free Index and reduce the risk of dengue transmission in residential environments.

References

Astuti, T., & Pramesti, D. (2020). Efektivitas program pemantauan jentik berkala dalam penurunan kasus DBD di wilayah perkotaan. Jurnal Epidemiologi dan Penyakit Menular, 8(2), 45–53.

Aulia, R., & Herlina, S. (2021). Hubungan pengetahuan dan perilaku masyarakat dengan upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 16(2), 123–131.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Sleman. (2023). Kabupaten Sleman dalam Angka 2023. Sleman: BPS Kabupaten Sleman.

Dinas Kesehatan Provinsi DIY. (2023). Laporan Kasus Demam Berdarah Dengue Provinsi DIY 2023. Yogyakarta: Dinkes DIY.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. (2024). Profil Kesehatan Kabupaten Sleman Tahun 2023. Sleman: Dinas Kesehatan Sleman.

Kementerian Kesehatan RI. (2017). Pedoman Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan Pemantauan Jentik Berkala. Jakarta: Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Kementerian Kesehatan RI. (2022). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2021. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan RI. (2023). Buku Saku Pencegahan dan Pengendalian DBD di Indonesia. Jakarta: Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Nugroho, S., & Rahmawati, A. (2022). Hubungan perilaku masyarakat dengan angka bebas jentik di daerah endemis DBD. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21(2), 112–120. https://doi.org/10.14710/jkli.21.2.112-120

Rahayu, D., Prasetyo, E., & Lestari, N. (2020). Peran kader jumantik dalam pengendalian Demam Berdarah Dengue di tingkat RT/RW. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 19(1), 45–52.

Sutanto, I., & Sitorus, H. (2021). Pengendalian vektor nyamuk Aedes aegypti melalui partisipasi masyarakat di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal), 16(1), 23–32. https://doi.org/10.21109/kesmas.v16i1.4000

WHO. (2022). Global Strategy for Dengue Prevention and Control 2021–2025. Geneva: World Health Organization

Downloads

Published

2026-02-16

How to Cite

Widianti, E. (2026). Pemantauan Jentik Berkala :Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue di PMA RW 28 Jamblangan, Margomulyo, Seyegan, Sleman. JAMU : Jurnal Abdi Masyarakat UMUS, 6(02), 1–6. Retrieved from https://jurnal.umus.ac.id/index.php/jamu/article/view/1863

Issue

Section

Articles