Giat Literasi Melalui Sastra Dongeng Anak-anak SD Kalikangkung 2 Kabupaten Tegal
DOI:
https://doi.org/10.46772/jamu.v4i02.1945Keywords:
literasi , sastra anak, dongeng, sekolah dasar, pendidikan karakterAbstract
Rendahnya minat baca dan kemampuan literasi siswa sekolah dasar masih menjadi tantangan dalam mewujudkan budaya literasi yang berkelanjutan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pemanfaatan sastra anak, khususnya dongeng, sebagai media pembelajaran yang menarik, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan peserta didik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca, kemampuan literasi, serta pemahaman nilai-nilai karakter siswa melalui kegiatan literasi berbasis sastra dongeng di SD Kalikangkung 2, Kabupaten Tegal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif yang meliputi observasi awal, koordinasi dengan pihak sekolah, penyampaian materi mengenai pentingnya literasi, kegiatan mendongeng interaktif, pendampingan membaca dan menceritakan kembali isi dongeng, serta evaluasi melalui observasi dan refleksi terhadap aktivitas siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias, menunjukkan peningkatan minat membaca, lebih aktif dalam menyimak dan mengemukakan pendapat, serta mampu menceritakan kembali isi dongeng dengan bahasa mereka sendiri. Selain itu, kegiatan mendongeng membantu siswa memahami nilai-nilai karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap sesama. Program ini juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sehingga mampu menumbuhkan budaya literasi di lingkungan sekolah. Dengan demikian, giat literasi melalui sastra dongeng menjadi alternatif yang efektif dalam memperkuat kemampuan literasi sekaligus menanamkan pendidikan karakter pada siswa sekolah dasar.
References
Abidin, Y.dkk. “Pembelajaran Literasi: Strategi Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika, Sains, Membaca dan Menulis”. Jakarta: Bumi Aksara.
Ampera, T. (2010). “Pengajaran sastra: Teknik Mengajar Sastra Anak Berbasis Aktivitas”. Widya Padjadjaran: Bandung.
Candy, P. C. (2002). Life Learning and Information Literacy. In U.S. National Commission on Libraries and Information Science, and the National Forum on Information Literacy, Meeting of Experts,Prague, The Czech Republic. Prague: UNESCO.
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidik an dan Kebudayaan. (2016). Panduan Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Menengah Atas. (Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ed.). Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Emzir & Rohman, S. (2015). “Teori dan Pengajaran Sastra”. Raja Grafindo Persada: Jakarta. Habsari, Z. (2017). “Dongeng sebagai Pembentuk Karakter Anak”. BIBLIOTIKA: Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi, 1(1), 21–29.
Kusmiadi, A., Sriwahyuningsih, & Nurfalah, Y. (2008). “Strategi Pembelajaran PAUD melalui Metode Dongeng bagi Pendidik PAUD”. Jurnal Ilmiah VISI PTK-PNF, 3(2), 198–203.
Mizani, M. A. I. (2018). “Program One Day One Book Startegi Literasi Pendidikan Anak Putus Sekolah di Desa Lemahbang”. Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora, dan Agama, 290–296. http://repository.urecol.org/index.php/proceeding/article/view/445
Mulyati, Y. (2016b). “Pemanfaatan LEA Berbasis Big Book dalam Pembelajaran Literasi Awal”. Dalam Sumiyadi, dkk. (Penyunting), Prosiding Seminar Internasional Rksa Bahasa X Universitas Pendidikan Indonesia (975-982). Bandung: UPI Press.
Mulyati,Y. (2016a). “Membangun dan Meningkatkan Kemampuan Siswa dalam Literasi melalui Pembiasaan dan Pembelajaran”. dalam Endang, D., dkk. (Penyunting), Prosiding Seminar Nasional dan Kongres Ke-3 Ikatan Pengajar Bahasa Indonesia (IPBI) Universitas Swadaya Gunung Jati (507-515). Cirebon: FKIP Unswagati Press.
Noor, R. (2011). “Pendidikan Karakter Berbasis Sastra”. Jogjakarta: Ar-ruzz Media.
Novari, A. F., Ardini, F. M., Rostiana, H., Meliyawati, Widiatmoko, M., Rohimajaya, N. A., Gumelar, R. E., & Sauri, S. (2020). “Optimalisasi Minat Baca Anak Desa Medalsari di Masa Pandemi melalui Storytelling”. Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, 5(3).
Nuryani, R. (2016). “Gerakan Literasi Sekolah Meningkatkan Kualitas Bangsa”. dalam Endang, D., dkk. (Penyunting), Prosiding Seminar Nasional dan Kongres Ke-3 Ikatan Pengajar Bahasa Indonesia (IPBI) Universitas Swadaya Gunung Jati (161-168). Cirebon: FKIP Unswagati Press.
Rahmawati, I. Y. (2016). “One Day One Dongeng sebagai Upaya untuk Membudayakan Literasi pada Anak Usia Dini”. Budaya Literasi untuk Menumbuhkan Generasi Cendekia dan Literat 2016, 45–54.
Ranaweera, P. (2008). Importance of Information Literacy skills for an Information Literate society. In NACLIS (pp. 1–13). Colombo: NACLIS.
Rozak, R. W. A. (2017). “Pengembangan Pembelajaran Membaca dan Menulis Permulaan melalui Pendekatan Pengalaman Berbahasa Berbasis Literasi Sastra. (Proposal Disertasi). Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia”.
Sumaryana, Y. (2017). “Pembelajaran Sastra di Sekolah Dasar Berbasis Kearifan Lokal (cerita rakyat)”. Jurnal Mimbar Sekolah Dasar, 4 (1), hlm. 21-28.
Suryani, T. (2013). Perilaku Konsumen di Era Internet: Implikasinya pada Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Tarigan, Henry Guntur.(2015). “Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa”. Bandung: Angkasa Bandung.

